Kamis, 24 Januari 2019

Indahnya Kaki Gunung Batur !

Haiiii kita ketemu lagi di blog yang sama dan artikel yang berbeda
Nah di artikel ini aku bakalan ngebahas tentang gimana sih kaki gunung batur itu,,, mungkin menurut kalian kaki gunung batur itu biasa aja,, tapi menurut itu itu merupakan suatu keindahan alam yang masih dapat kita temui di Bali.
Btw,,, kalian jangan berpikir kalau kaki gunung batur itu sama kayak kaki manusia yaaaa,,, salah besar kalau kalian memanggap kaki gunung batur itu sama kayak kaki manusia. sesungguhnya kaki gunung batur itu berupa hamparan batu padas yang keras dan tajam. selain itu di kaki gunung juga dipenuhi dengan hamparan rumput dan pepohonan yang tinggi nan rindang.
daripada kalian semakin penasara, simak aja langsung nih...
cekidot..



Gunung Batur merupakan salah satu gunung yang populer di Bali dan menjadi salah satu gunung yang banyak dijadikan tempat trekking. Gunung ini terletak di Kabupaten Bangli. Jarak Tempuh untuk mencapai lokasi gunung ini sekitaran 36,5 KM dari wilayah Gianyar. Dalam perjalan menuju kesinikalian akan menghabiskan waktu sekitar 1 jam 30 menit jika melewati jalur Jln. Raya Pujung Kaja. Gunung Batur mrmiliki ketinggian 1.717 mdpl. Gunung Batur menjadi tempat yang paling untuk melakukan trekking bagi pemula. mengapa demikian? karena jalan untuk mencapai puncaknya itu tidak begitu sulit dan jarak tempuhnya tidak tinggi sekali. namun disana terdapat banyak sekali batuan yang keras dan tajam. Selain sebagai tempat trekking, wilayah Gunung Batur juga Dapat dijadikan sebagai tempat wisata contohnya di kaki Gunung Batur.
Kaki Gunung Batur menawarkan pemandangan yang indah dengan latar belakang gunung batur. Banyak tempat yang dapat dijadikan sebagai tempat berfoto, bisa dengan latar belakang Gunung Batur atau dengan latar belakang batu yang besar atau bahkan dengan latar belakang Danau Batur.




Untuk mencari tempat berfoto di kaki gunung batur ini cukup mudah, kalian tidak perlu mengeluarkan uang untuk berfoto disini. Tempat ini terbuka untuk umum dan siapa saja bisa untuk berfoto. tempat ini pas banget buat kalian yang suka foto foto dengan latar alam tapi tak mau banyak keluar uang :v. Untuk berfoto disini, kalian perlu berhati hati ni guys,, soalnya tempatnya lumayan licin selsin itu juga ada banyak batu yang tajam banget. Tapi kalian bakalan seneng banget foto disini soalnya view nya bagus bangettt apalagi gratis. Kalo udah dapet tempat yang kayak gini, seharusnya kita jaga ini tempat jangan malah kita merusaknya dengan tangan jahil kita ni guys.. jangan dicoret coret, jangan buang sampah sembarangan, jangan sembarangan merusak alamnya. bayangin aja kalau saat ini kita ngerusak semua itu, nanti apa yang bakalan dinikmati sama anak cucu kita kalo udah rusak? gaada kan! yaudah kalo gitu mari kita jaga alam kita. contoh keciny dengan jangan buang sampah sembarangan deh, mudah kan kita ngelakuin itu?
yaudah,, back to topic..
Selain dengan adanya tempat foto dibebatuan, ada juga tempat foto berbasis wilayah religi,,, dimana lagi kalau bukan di Pura Tirta Pancoran Solas..


Tirta Pancoran Solas

Tirta Pancoran Solas merupakan salah satu tempat yang lagi hits ni guys,,, lagi banyak orang yang pengen buat melukat/melebur disini. Pancoran Solas terletak di kaki gunung batur juga,, tepatnya disebelah danau batur. Wihhh habis melebur bisa langsung main ke danau batur nii :). Tirta Pancoran Solas merupakan salah satu tempat untuk melebur dengan air hangat ni guys. Untuk mencari tempat ini gak begitu sulit karena tempatnya berapa di dekat jalan raya. Tempat ini menyuguhkan 11 pancoran yang masing masing berasal dari sumber yang berbeda beda. Seperti yang udah kubilang tadi, tirta pancoran solas ini memiliki air hangat alami,, so kalau kalian udah masuk keairnya berasa gak mau keluar lagi deh,, tapi kalau kalian keluar dari airnya bakalan langsung dingin lagi dehhh...


Berfoto di Danau Batur
Setelah kalian puas melebur, kalian bisa langsung foto foto di dekat danau batur ni guysss,, tempatnya itu cuma diseberang tempat Pengelukatan Pancoran Solas. Disini kalian bakalan ngelihat tambak tambak ikan guys, selain itu disini banyak orang yang memancing ikan. Tempatnya bagus, tenang, tapi dingin ni guys..


Yaudah segini dulu ya guys,, soalnya inspirasiku udah habis.. hmzz 
Tapi kalian gausa khawatir lagi, nanti kita bakalan balik lagi dengan artikel ya beda... so jangan sampai ketinggalan yaaa
bye......... 

Selasa, 22 Januari 2019

Menaklukan Puncak Gunung Batur Kintamani

Hiking Seru Ke Gunung Batur, Kintamani




Hiii guyss.....
selamat datang di artikel pertama di blog ku...
disini aku bakalan ngeshare pengalaman aku menaklukan puncak gunung Batur nii,,
sebelumnya kenalin namaku Surya, namanya emang kayak nama cowok, tapi aku ini cewek yaaa. oh iya, sebenernya aku buat blog sih karena buat nyalanin tugas dari guru di sekolah. awalnya aku bingung mau buat apa, akhirnya aku kepikiran deh untuk buat blog tentang mendaki. yaudah biar gak kelamaan mending langsung aja kita baca artikel berikut ini...
selamat membaca :)



Pengalaman hiking seru ke Gunung Batur, Kintamani! Entah kenapa setiap perjalanan saya yang seru dan menyenangkan adalah perjalanan dengan rencana yang tidak terduga dan mendadak seperti perjalanan beberapa bulan lalu tanggal 17 Agustus 2018. Enggak ada petir, enggak ada awan, dan hujan, yang ada cuman ceplosan ide gila dari mulut.
“Nyen milu medaki Gunung Batur bin telun?” ceplos seorang kakak kelas yang udah biasa diajak ngumpul bareng. Memang sih, kalau liburan ke Bali itu memang paling pas kalau buat mendaki gunung.
Dan, kemudian saya balik bertanya.
“Jak nyen gen bareng?
Nah kumpulan malu anggota ne, yen be sip ajak gass!"
Puncak Gunung Batur

Dan Perjalanan Seru Mendaki Gunung Batur Dimulai!!

Sempat terjadi perdebatan kecil tentang siapa saja yang bakal ikut, karena waktu itu saya sempat tidak dizinkan pergi oleh orang tua saya, tapi dengan berbagai rayuan maut (aetttt) akhirnnya saya diizinkan ikut mendaki. mendaki merupakan suatu hal yang baru bagiku, sebelumnya aku memeang sudah pernah mendaki gunung tapi enggak sampai di puncak utama, tapi di pendakian kedua ini aku bertekad untuk mencapai puncak utama gunung Batur.



Lava Hasil Letusan Gunung Batur terlihat dari atas
















Disamping sejarah letusan yang cukup mengerikan, Gunung Batur menyimpan sejuta pesona keindahan. Tidak hanya wisata hiking untuk penikmat adventure seperti saya, tetapi juga  air panas alami Toya Bungkah yang bisa saya nikmati sambil melihat pemandangan Danau Batur setelah kecapekan mendaki.
Setelah persiapan selesai, 13 orang pendaki dadakan berangkat dari Ubud jam 19.00 malam, dengan perlengkapan seadanya dan mantel sebagai teman perjalanan yang diiringi dengan hujan deras sedari siang sampai malam. Perjalanan ke Kintamani memakan waktu kurang lebih 1 jam, dengan 7 kuda besi dan 13 orang pendaki dadakan yang penuh semangat menembus kegelapan malam menuju daerah Batur, Kintamani. Sepanjang perjalanan terasa sepi, karena memang waktu sudah sangat larut, hanya sesekali kami berpapasan kendaraan bermotor dari arah yang berlawanan.
Udara selama perjalanan cukup dingin dan sedikit berkabut ketika semakin mendekati Kintamani. Sekitar jam 19.30 am WITA, kami sampai di daerah di Kintamani, dan beristirahat di titik Panelokan. Panelokan merupakan titik dimana kita bisa menikmati view Gunung Batur, dan Danau Batur secara bersamaan ketika siang hari.




Gunung Agung dari puncak Gunung Batur
Gunung Agung dari puncak Gunung Batur

Pos pendakian yang asli ternyata berada di dekat Pura Jati Toya Bungkah. Untuk mendaki ke Gunung Batur ditarik retribusi pendakian sebesar Rp.10.000 per orang. Jadi untuk 13 orang totalnya Rp. 130.000,. Selain itu kami juga ditawari guide untuk menemani pendakian dengan harga 50 ribu per/orang. Untuk 13 orang totalnya Rp 650.000,. Sebenarnya cukup murah, tapi dasar rencana dadakan, uang cash pun cuma bawa sedikit,  jadi terpaksa pede bilang sudah tahu jalurnya meskipun sebenernya gak tahu. Gampang lah, kita lihat saja perjalanan SERU ini terbawa nasib :D.
Perjalanan buta arah kedua pun dilanjutkan,waktu menunjukkan jam 03.00, kami bertemu penduduk lokal baik hati yang rumahnya berada di lereng Gunung Batur. Kami pun diberitahu jalur untuk mendaki ke puncak, bahkan sedikit ngobrol dengan mereka ketika perjalanan kami masih sejalur. Mereka ternyata bekerja sebagai pencari batu di area Gunung Batur ini.




Berfoto di Gunung Batur

Sampai pada jalur menuju puncak Gunung Batur, kami berpisah dengan mereka dan melanjutkan perjalanan kami yang tanpa arah lagi :D. Kali ini lagi – lagi keberuntungan berpihak pada kami, dari kejauhan terlihat rombongan yang akan mendaki ke puncak Gunung Batur. Sehingga kami pun mengikuti  mereka dari belakang, lumayankan? Guide gratissss! Hehehe :D.
Permasalahan arah dan jalur sudah tidak terlalu berarti, yang ada sekarang hanya penerangan yang seadanya (hp, senter lowbat), plus jalur mendaki yang penuh bebatuan. Otomatis kami perlu ekstra hati – hati, apalagi salah satu teman saya hanya mengenakan sendal jepit joger. GILA!  dia memang gila, bahkan lebih gila dari saya.
Beberapa kali grup kami di lewat oleh grup bule yang juga mendaki ke puncak Gunung Batur. Saking seringnya dilewati saya hanya bergumam “dasar bule makan apa mereka? Kok bisa cepet gitu”. Mungkin juga karena faktor tersesat tadi cukup menguras tenaga kami, jadinya kami berjalan agak lamban.



Puncak Gunung Batur

Bebera saat mendaki, tanpa sadar ternyata langit sudah mulai cerah, yang berarti sunrise pun semakin dekat. Saya memepercepat pace pendakian agar bisa sampai puncak sebelum sunrise, dan hasilnya kaki saya kram kanan dan kiri. Namun akhirnya tetap sampai puncak tepat pada waktu sunrise. Rasa capek pun hilang seketika terbayar dengan indahnya pemandangan dari puncak Gunung Batur.
Satu yang unik di puncak Gunung Batur ini, yaitu ada warung yang menjual makanan berupa mie rebus, nasi dan telor. Meski harganya yang kurang manusiawi menurut saya. Harga mie rebus per porsi Rp. 15.000, kalau beli di supermarket bisa dapat sepuluh biji itu! Tetapi bagaimana lagi, setelah berjalan kaki beberapa jam, cacing di perut pun memberontak, mau tidak mau harus mengisi perut, dan saya memesan satu porsi mie + nasi total harganya Rp. 20.000. Sudahlah yang penting kenyang saja :D
Puas berfoto dan menikmati pemandangan dari puncak kami pun turun, dan baru terlihat kalau jalur pendakian kami tadi cukup seram. Terdapat banyak batu yang bisa longsor kapan saja. Tetapi tetap saja kami turun dengan santai karena ternyata perjalanan turun tidak sesulit jalur mendaki. Waktu turun malah terasa lebih cepat, atau sebenarnya memang ingin turun lebih cepat dan segera merasakan nyamannya berendam di air panas Toya Bungkah. Namun sebelum itu tidak lupa berfoto di starting poin pendakian, dimana Gunung Batur terlihat gagah dari kejauhan


nah sekian dulu ya guyss,, nanti kita kembali lagi di artikel selanjutnyaaa

byebye.........