Jumat, 26 April 2019

Kolam Asri di Pedalaman

Haii guys...
Kita ketemu lagi di artikel ke-5 aku....
Udah gasabar ya nunggu???? (Pede amat .-. )
Sesuai janji dari artikel yang sebelumnya,, aku sekarang bakalan bahas sesuatu tentang air lagi nih.. kalian mau tau kan.. pasti kepo kan... yuk simak artikel di bawah ini
cekidot!


 Apa yang ada di pikiran kalian kalau mendengar kata Lembah Bidadari?
Mungkin beberapa dari kalian akan berfikir kalau Lembah Bidadari itu adalah tempat para Bidadari berkumpul atau mungkin juga kalian akan berpikir kalau Lembah Bidadari itu adalah lembah lembah di gunung gunung.. wajar saja sih kalian berpikir seperti itu, tapi bagi kalian yang sudah pernah kesana, pasti kalian akan berpikir lain...
Daripada kita berdebat, lebih baik kita langsung saja ke bahasan topik kita kali ini yaitu "Lembah Bidadri".
 
Lembah Bidadari adalah suatu tempat tersembunyi yang memiliki suatu kolam pemandian yang sangan indah dan lumayan luas. Kolam tersebut memiliki air yang sangat jernih bahkan batuan yang ada di bawahnya dapat terlihat dengan jelas. Di pinggir kolam tersebut ditumbuhi oleh oleh semak belukar dan bunga liar yang menambah kesan asri dan sejuk dari kolam itu. Lembah Bidadari terletak di Sangaji, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Konon, menurut tetuah di daerah setempat, dulu sering sekali terdengar suara gadis gadis yang sedang mandi disana pada saat bulan purnama. Oleh karena itulah kolam tersebut dinamakan Lembah Bidadari.


Air yang terdapat di dalam kolam tersebut bersumber dari 3 buah pancuran kecil dari atas tebing. tetesan airnya berasa sangat sejuk dan menyegarkan. Jika kita kesana pada pagi hari, maka air nya itu akan sangat dingin. banyak sekali pohon besar yang mengelilingi kolam tersebut. karena begitu banyak pohon, hal itu justru menambah semakin asri wilayah Lembah bidadari tersebut. Lokasi  Kolam tersebut masih sangat alami. Letaknya yang begitu tersembunyi membuat Lembah Bidadari masih sangat jarang terjamaah dari tangan tangan usil manusia. Udara disekitar Lembah Bidadari terasa sangat dingin dan kadangkala berkabut sehingga memberi sedikit kesan magis.



Untuk menuju kolam, kira kira diperlukan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan dengan berjalan kaki dari jalan raya. Karena untuk menuju kolam tersebuat tidak ada akses kendara bermotor dan jalannya masih berupa jalan setapak dengan tanah dan batu yang sangat licin maka kita hanya bisa melewatinya dengan berjalan kaki. Jalan menuju kolam sangat licin dan berkelak kelok. Jalan menuju kolam sangat lembab, kadangkala kita harus mendaki sedikit untuk melewati jalan tanjakan dan kadangkala pula kita harus merayap untuk melewati jalan turunan. Kehati hatian sangat penting saat menuju kesana. Memang lumayan sulit untuk mencapai kolam. Tetapi semua upaya yang kita lakukan akan terbayar lunas dengan pemandangan yang sangat indah dari kolam tesebut dan betapa sejuknya air dari kolam itu. 



Gimana nih guys.. apa kalian ada yang tertarik buat kesana?
Kalau kalian masu kesana jangan lupa siapin Hp dengan full batrai buat foto foto yaa, tapi perlu diingat juga kalau disana lumayan susah dapet sinyal. Maklum lah, tempatnya masih begitu didalam dan tersembunyi. Tapi yang terpenting adalah jangan pernah untuk membuang sampah sembarangan disana yaa agar keasrian dari kolam tersebut tetap terjaga. Yasudah, segitu aja dulu ya..
Lain kali kita ketemu lagi di artikel selanjutnya...
Sampai jumpa....... :*

Kamis, 07 Maret 2019

Wisata Tukad Kali Unda yang menarik


Selamat berjumpa lagi di artikel ke-4 aku guys…

Di artikel sebelum sebelumnya kita kan terus membahasa soal mendaki, perlengkapan mendaki, dan keindahan gunung batur,, kali ini aku mau ngajak kalian untuk membahas Tukad Unda (biar engga gunung aja yang kita bahas, sekali sekali kita bahas soal air :v). Kalian semua pasti pernah mendengar soal tukad unda kan pastinya.. karena Tukad Unda merupakan salah satu tujuan yang menarik untuk dikunjungi untuk berlibur. Jadi biar kalian tau sedikit soal tukad unda, yuk kita simak seperti apa sih Tukad Unda itu … yukkk cekidot!.....



Tukad unda bali adalah sebuah dam atau bendungan yang dibangun disalah satu sungai terbesar di pulau dewata bali. Debit airnya cukup besar dan terus mengalir sepanjang tahun. Dalam bahasa lokal setempat, tukad berarti sungai dan unda berarti lapisan. Sehingga dapat diartikan tukad unda adalah sungai yang airnya berlapis-lapis.
Dari penampakannya, bendungan ini terlihat sangat unik. Air terjunnya merata dan datar tampak seperti tirai panjang yang tertata rapi dan sangat indah. Meskipun tempatnya indah dan sangat berkesan (terutama bagi pengunjung yang datang berniat untuk berbulan madu) namun untuk memasukinya tak perlu mengeluarkan uang alias gratis. Ketika memasuki kawasan tukad unda ini pengunjung dijamin akan langsung terbelalak matanya karena sajian sungai yang bertingkat dua dan mengalirkan airnya dengan tenang sehingga mampu merefreshsuasana hati dan melupakan segala problematika hidup yang tengah dihadapi.



Jangan bandingkan tukad unda dengan kota-kota besar di negeri ini yang sudah dipastikan berhawa panas, penuh polusi, dan macet. Tukad unda memiliki hawa yang sejuk dan segar. Batu-batu besar terdampar di hulu sungai. Kalau tak sedang turun hujan, air di sungainya kelihatan sangat indah dan jernih, terlebih sungai di tukad unda lain dari yang lain karena memiliki tingkat dua. Karena keindahan dan alirannya yang cukup deras, seringkali tukad unda juga dijadikan sebagai wahana untuk melakukan olahraga rafting atau arung jeram.

Biasanya kegiatan arung jeram tersebut dilakukan sewaktu volume air sungai tak begitu besar. Ketika air hujan turun yang mengakibatkan volume sungai tukad unda menaik maka cukup berbahaya digunakan untuk olahraga arung jeram. Kawasan ini sering dijadikan lokasi arung jeram karena memiliki daya tarik dan tantangan yang bagus dan pas yang sangat disukai para pelaku arung jeram.




Selain sebagai lokasi wisata, kawasan tukad unda kerap digunakan oleh masyarakat sekitar untuk mandi dan mencuci, atau memancing. Pasir sungai tukad unda juga rupanya menjadi sumber nafkah bagi warga sekitar sehingga seringkali ditambang. Keindahan alam dan aliran air di tukad unda sering juga menarik para fotografer untuk melakukan sesi fhoto-fhoto baik itu yang sifatnya komersil atau pribadi.
Masyarakat sekitar tukad unda bermata pencaharian sebagai petani. Maka tak heran, keberadaan dam ini juga digunakan sebagai irigasi untuk mengairi sawah-sawah penduduk. Selain untuk irigasi, airnya yang deras dan tak pernah kering juga digunakan untuk mandi, mencuci, atau bahkan memancing. Pasir di sungai besar ini pun sering kali ditambang oleh penduduk sekitar sebagai sumber penghidupan.
Ketika anda menghadap utara, akan terlihat pemandangan indah gunung agung yang menjulang tinggi. Banyak terdapat pohon-pohon rindang sehingga suasananya sangat asri. Jika musim hujan tiba, debit airnya bertambah dan airnya berwarna kecoklatan. Sedikit tips, jangan berfoto ketika musim hujan ya… karena tentu airnya deras, dan sangat berbahaya. Jangan sampai hanya karena untuk mendapatkan keindahan foto sampai mengorbankan nyawa…



Tukad unda terletak di desa lebah banjar, kecamatan klungkung, kabupaten klungkung, bali. Jaraknya cukup dekat dari kota denpasar, hanya sekitar 62 km dengan waktu tempuh 1,5 jam saja. Atau berjarak 44 km dari bandara ngurah rai, dengan waktu tempuh sekitar 55 menit dengan kendaraan bermotor. Tukad unda akan menjadikan foto prewedding anda sangat spektakuler dan tak terlupakan.
Rutenya adalah dari bandara ngurah rai carilah jalan by pass ngurah rai melalui jalan tol bali mandara hingga ke patung titi banda. Dari patung titi banda ambil arah timur melalui jalan by pass ida bagus mantra hingga ke perempatan jalan pantai watu klotok lalu belok kiri menuju jalan raya tojan.
Dari jalan raya tojan lanjutkan menuju jalan raya puputan. Di perempatan jalan puputan (terdapat patung kanda pat sari) belok ke kanan ke jalan diponegoro. Tepat sebelum jembatan terdapat sebuah patung. Dari patung tersebut anda lurus saja sampai menemukan area parkir. Di area parkir itulah, anda sudah sampai di tukad unda klungkung.
Tukad unda di klungkung ini sangat mudah di akses karena dekat dengan jalan raya, bahkan dapat dilihat dari atas jembatan penghubung antar kota klungkung dengan kecamatan dawan.



Sekian dulu ya guys,,, nanti kita ketemu di artikel ke-5 ku dengan topik masih sama seperti sekarang,, yaitu air…
Jangan kemana mana yaaa See You……..

Senin, 04 Februari 2019

Jadi Backpacker itu enggak susah !

HOLLA GAISSSS

Kembali lagi ni di artikel ke tiga akuu.....
Ternyata buat cari topik bikin blog itu susah deh...,, harus mikirin ini itu,, mau diketik apa,,, nyambung apa engga,,kepanjangan kependekan... hadehhh ribet kali... Apalagi ditambah mood yang mudah berubah ubah...
Tapi kalo udah dijalanin ya.. mudah aja sih sebenernya,,, cuma perlu fokus sama tekun aja dalam pengerjaannya..
Balik ke topik... di artikel yang ketiga ini aku bakalan ngasi tau kalian kalau menjadi seorang Backpacker itu gak susah.. Mungkin sebagian orang berpendapat kalau mau berpetualang atau jalan jalan itu ribet dan mesti bawa banyak barang barang. Menurutku itu gak sepenuhnya benar tapi gak salah juga. Eh,,,Btw kalian tau gak apa itu Backpacker? Backpacker itu adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan seseorang yang suka melakukan perjalanan ke suatu tempat dalam waktu tertentu menggunakan carrier (ransel besar) namun dengan biaya seminimal mungkin  atau yang gratis lebih baik : ) Nah sekarang kalian udah tau kan apa itu Backpacker..... Di artikel ini aku bakalan ngasi tau perlengkapan apa aja yang perlu kalian bawa kalau mau melakukan suatu perjalanan, khususnya Mendaki Gunung...
Cekidot!....

Peralatan yang di gunakan pendakian gunung berupa peralatan dasar atau peralatan pribadi antara lain: 

A.  Ransel /carier
Di gunakan untuk membawa semua peralatan yang di butuhkan dalam pendakian. Ransel yang di butuhkan adalah yang sangat kuat, terbuat dari bahan anti air dan nyaman walaupun banyak beban yang dibawa.




B. Sepatu Gunung
Sepatu yang di gunakan harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a.  Terbuat dari bahan yang kuat dan pemakai tidak tersakiti.
b.  Melindungi kaki sampai mata kaki untuk mencegah bahaya terkilir.
c.  Nyaman dipakai.
d.  Bentuk sol dapat menggigit kesegalah arah agar pemakai tidak mudah tergelincir.


Kalau saran aku sih ya,, kita bisa pakai jenis sepatu biasa,, tapi usahakan jangan yang bagiannya bawahnya itu mulus biar gak licin. Kalau aku sih biasa pakai sepatu lama aku, soalnya kasian kalau pakai sepatu bagus,, nanti bisa rusak hehe....

C. Pakaian Gunung
Terdiri atas baju gunung dan celana gunung.
1. Baju Gunung, terbuat dari bahan yang nyaman dipakai, menyerap keringat, dan mudah kering tapi cukup kuat.
2. Celana Gunung, terbuat dari bahan katun yang lembut dan kuat, memberi ruang gerak yang leluasa, mempunyai saku yang cukup dan dapat menyerap keringat, mudah kering.

D. Topi lapangan
Menurut jenisnya dibagi:
-  Topi rimba : melindungi dari sengatan matahari dan binatang diatas.
-  BAIACIAVA : menjaga agar kepala tetap hangat.

E. Peralatan navigasi : kompas, peta dan lainnya.
F. Sarung tangan
G. Flash light(senter)
Senter yang baik terbuat dari plastic dengan BIOAM dan batrei cadangan.

H. Botol air
berguna sebagai tempat menyimpan air. Kita juga bisa bawa termos kecil buat menyimpan air hangat,, soalnya di atas gunung tu dingin bangett terus kalau beli minum di gunung biasanya harganya berkali kali lipat :) maklum lah,,, pedagang disana jauh angkat dagangan mereka ke atas gunung.
I.  Tenda
Digunakan sebagai tempat beristirahat. Kalau tenda sih bisa di bawa bisa engga,, soalnya disetiap  pos awal pendakian seperti di pos pendakian Gunung Batur ada tempat yang disediakan untuk beristirahat bagi pata pendaki.

J. Pisau
digunakan untuk membuat api unggun dan untuk memasak
Jenis-jenis pisau dalam pendakian :
1. Pisau tebas
2. Pisau pinggang
3. Pisau serbaguna (victorinox)

K. Korek Api
 berguna untuk menyalakan api unggun dan api untuk memasak.

L. Perlengkapan tidur :
-  Sleping bag (kantung tidur) dan jaket
-  Matras, merupakan salah satu peralatan yang digunakan untuk tidur.

M. Jas hujan/ponco
Fungsi : – melindungi tubuh dan carier dari hujan, untuk bivoak dan alas tidur.

N. Kotak P3K 
jangan hanya bawa kotaknya, yang penting itu isinya. Perlengkapan P3K yang perlu buat dibawa itu antara lain Minyak Kayu Putih, Fresh Care, Salonpas, Counterpain dan lainnya sesuai dengan kebutuhan kalian. 

Nah sekian dulu ya guys... nanti kita ketemu lagi di artikel selanjutnya....
Sayonara........

Kamis, 24 Januari 2019

Indahnya Kaki Gunung Batur !

Haiiii kita ketemu lagi di blog yang sama dan artikel yang berbeda
Nah di artikel ini aku bakalan ngebahas tentang gimana sih kaki gunung batur itu,,, mungkin menurut kalian kaki gunung batur itu biasa aja,, tapi menurut itu itu merupakan suatu keindahan alam yang masih dapat kita temui di Bali.
Btw,,, kalian jangan berpikir kalau kaki gunung batur itu sama kayak kaki manusia yaaaa,,, salah besar kalau kalian memanggap kaki gunung batur itu sama kayak kaki manusia. sesungguhnya kaki gunung batur itu berupa hamparan batu padas yang keras dan tajam. selain itu di kaki gunung juga dipenuhi dengan hamparan rumput dan pepohonan yang tinggi nan rindang.
daripada kalian semakin penasara, simak aja langsung nih...
cekidot..



Gunung Batur merupakan salah satu gunung yang populer di Bali dan menjadi salah satu gunung yang banyak dijadikan tempat trekking. Gunung ini terletak di Kabupaten Bangli. Jarak Tempuh untuk mencapai lokasi gunung ini sekitaran 36,5 KM dari wilayah Gianyar. Dalam perjalan menuju kesinikalian akan menghabiskan waktu sekitar 1 jam 30 menit jika melewati jalur Jln. Raya Pujung Kaja. Gunung Batur mrmiliki ketinggian 1.717 mdpl. Gunung Batur menjadi tempat yang paling untuk melakukan trekking bagi pemula. mengapa demikian? karena jalan untuk mencapai puncaknya itu tidak begitu sulit dan jarak tempuhnya tidak tinggi sekali. namun disana terdapat banyak sekali batuan yang keras dan tajam. Selain sebagai tempat trekking, wilayah Gunung Batur juga Dapat dijadikan sebagai tempat wisata contohnya di kaki Gunung Batur.
Kaki Gunung Batur menawarkan pemandangan yang indah dengan latar belakang gunung batur. Banyak tempat yang dapat dijadikan sebagai tempat berfoto, bisa dengan latar belakang Gunung Batur atau dengan latar belakang batu yang besar atau bahkan dengan latar belakang Danau Batur.




Untuk mencari tempat berfoto di kaki gunung batur ini cukup mudah, kalian tidak perlu mengeluarkan uang untuk berfoto disini. Tempat ini terbuka untuk umum dan siapa saja bisa untuk berfoto. tempat ini pas banget buat kalian yang suka foto foto dengan latar alam tapi tak mau banyak keluar uang :v. Untuk berfoto disini, kalian perlu berhati hati ni guys,, soalnya tempatnya lumayan licin selsin itu juga ada banyak batu yang tajam banget. Tapi kalian bakalan seneng banget foto disini soalnya view nya bagus bangettt apalagi gratis. Kalo udah dapet tempat yang kayak gini, seharusnya kita jaga ini tempat jangan malah kita merusaknya dengan tangan jahil kita ni guys.. jangan dicoret coret, jangan buang sampah sembarangan, jangan sembarangan merusak alamnya. bayangin aja kalau saat ini kita ngerusak semua itu, nanti apa yang bakalan dinikmati sama anak cucu kita kalo udah rusak? gaada kan! yaudah kalo gitu mari kita jaga alam kita. contoh keciny dengan jangan buang sampah sembarangan deh, mudah kan kita ngelakuin itu?
yaudah,, back to topic..
Selain dengan adanya tempat foto dibebatuan, ada juga tempat foto berbasis wilayah religi,,, dimana lagi kalau bukan di Pura Tirta Pancoran Solas..


Tirta Pancoran Solas

Tirta Pancoran Solas merupakan salah satu tempat yang lagi hits ni guys,,, lagi banyak orang yang pengen buat melukat/melebur disini. Pancoran Solas terletak di kaki gunung batur juga,, tepatnya disebelah danau batur. Wihhh habis melebur bisa langsung main ke danau batur nii :). Tirta Pancoran Solas merupakan salah satu tempat untuk melebur dengan air hangat ni guys. Untuk mencari tempat ini gak begitu sulit karena tempatnya berapa di dekat jalan raya. Tempat ini menyuguhkan 11 pancoran yang masing masing berasal dari sumber yang berbeda beda. Seperti yang udah kubilang tadi, tirta pancoran solas ini memiliki air hangat alami,, so kalau kalian udah masuk keairnya berasa gak mau keluar lagi deh,, tapi kalau kalian keluar dari airnya bakalan langsung dingin lagi dehhh...


Berfoto di Danau Batur
Setelah kalian puas melebur, kalian bisa langsung foto foto di dekat danau batur ni guysss,, tempatnya itu cuma diseberang tempat Pengelukatan Pancoran Solas. Disini kalian bakalan ngelihat tambak tambak ikan guys, selain itu disini banyak orang yang memancing ikan. Tempatnya bagus, tenang, tapi dingin ni guys..


Yaudah segini dulu ya guys,, soalnya inspirasiku udah habis.. hmzz 
Tapi kalian gausa khawatir lagi, nanti kita bakalan balik lagi dengan artikel ya beda... so jangan sampai ketinggalan yaaa
bye......... 

Selasa, 22 Januari 2019

Menaklukan Puncak Gunung Batur Kintamani

Hiking Seru Ke Gunung Batur, Kintamani




Hiii guyss.....
selamat datang di artikel pertama di blog ku...
disini aku bakalan ngeshare pengalaman aku menaklukan puncak gunung Batur nii,,
sebelumnya kenalin namaku Surya, namanya emang kayak nama cowok, tapi aku ini cewek yaaa. oh iya, sebenernya aku buat blog sih karena buat nyalanin tugas dari guru di sekolah. awalnya aku bingung mau buat apa, akhirnya aku kepikiran deh untuk buat blog tentang mendaki. yaudah biar gak kelamaan mending langsung aja kita baca artikel berikut ini...
selamat membaca :)



Pengalaman hiking seru ke Gunung Batur, Kintamani! Entah kenapa setiap perjalanan saya yang seru dan menyenangkan adalah perjalanan dengan rencana yang tidak terduga dan mendadak seperti perjalanan beberapa bulan lalu tanggal 17 Agustus 2018. Enggak ada petir, enggak ada awan, dan hujan, yang ada cuman ceplosan ide gila dari mulut.
“Nyen milu medaki Gunung Batur bin telun?” ceplos seorang kakak kelas yang udah biasa diajak ngumpul bareng. Memang sih, kalau liburan ke Bali itu memang paling pas kalau buat mendaki gunung.
Dan, kemudian saya balik bertanya.
“Jak nyen gen bareng?
Nah kumpulan malu anggota ne, yen be sip ajak gass!"
Puncak Gunung Batur

Dan Perjalanan Seru Mendaki Gunung Batur Dimulai!!

Sempat terjadi perdebatan kecil tentang siapa saja yang bakal ikut, karena waktu itu saya sempat tidak dizinkan pergi oleh orang tua saya, tapi dengan berbagai rayuan maut (aetttt) akhirnnya saya diizinkan ikut mendaki. mendaki merupakan suatu hal yang baru bagiku, sebelumnya aku memeang sudah pernah mendaki gunung tapi enggak sampai di puncak utama, tapi di pendakian kedua ini aku bertekad untuk mencapai puncak utama gunung Batur.



Lava Hasil Letusan Gunung Batur terlihat dari atas
















Disamping sejarah letusan yang cukup mengerikan, Gunung Batur menyimpan sejuta pesona keindahan. Tidak hanya wisata hiking untuk penikmat adventure seperti saya, tetapi juga  air panas alami Toya Bungkah yang bisa saya nikmati sambil melihat pemandangan Danau Batur setelah kecapekan mendaki.
Setelah persiapan selesai, 13 orang pendaki dadakan berangkat dari Ubud jam 19.00 malam, dengan perlengkapan seadanya dan mantel sebagai teman perjalanan yang diiringi dengan hujan deras sedari siang sampai malam. Perjalanan ke Kintamani memakan waktu kurang lebih 1 jam, dengan 7 kuda besi dan 13 orang pendaki dadakan yang penuh semangat menembus kegelapan malam menuju daerah Batur, Kintamani. Sepanjang perjalanan terasa sepi, karena memang waktu sudah sangat larut, hanya sesekali kami berpapasan kendaraan bermotor dari arah yang berlawanan.
Udara selama perjalanan cukup dingin dan sedikit berkabut ketika semakin mendekati Kintamani. Sekitar jam 19.30 am WITA, kami sampai di daerah di Kintamani, dan beristirahat di titik Panelokan. Panelokan merupakan titik dimana kita bisa menikmati view Gunung Batur, dan Danau Batur secara bersamaan ketika siang hari.




Gunung Agung dari puncak Gunung Batur
Gunung Agung dari puncak Gunung Batur

Pos pendakian yang asli ternyata berada di dekat Pura Jati Toya Bungkah. Untuk mendaki ke Gunung Batur ditarik retribusi pendakian sebesar Rp.10.000 per orang. Jadi untuk 13 orang totalnya Rp. 130.000,. Selain itu kami juga ditawari guide untuk menemani pendakian dengan harga 50 ribu per/orang. Untuk 13 orang totalnya Rp 650.000,. Sebenarnya cukup murah, tapi dasar rencana dadakan, uang cash pun cuma bawa sedikit,  jadi terpaksa pede bilang sudah tahu jalurnya meskipun sebenernya gak tahu. Gampang lah, kita lihat saja perjalanan SERU ini terbawa nasib :D.
Perjalanan buta arah kedua pun dilanjutkan,waktu menunjukkan jam 03.00, kami bertemu penduduk lokal baik hati yang rumahnya berada di lereng Gunung Batur. Kami pun diberitahu jalur untuk mendaki ke puncak, bahkan sedikit ngobrol dengan mereka ketika perjalanan kami masih sejalur. Mereka ternyata bekerja sebagai pencari batu di area Gunung Batur ini.




Berfoto di Gunung Batur

Sampai pada jalur menuju puncak Gunung Batur, kami berpisah dengan mereka dan melanjutkan perjalanan kami yang tanpa arah lagi :D. Kali ini lagi – lagi keberuntungan berpihak pada kami, dari kejauhan terlihat rombongan yang akan mendaki ke puncak Gunung Batur. Sehingga kami pun mengikuti  mereka dari belakang, lumayankan? Guide gratissss! Hehehe :D.
Permasalahan arah dan jalur sudah tidak terlalu berarti, yang ada sekarang hanya penerangan yang seadanya (hp, senter lowbat), plus jalur mendaki yang penuh bebatuan. Otomatis kami perlu ekstra hati – hati, apalagi salah satu teman saya hanya mengenakan sendal jepit joger. GILA!  dia memang gila, bahkan lebih gila dari saya.
Beberapa kali grup kami di lewat oleh grup bule yang juga mendaki ke puncak Gunung Batur. Saking seringnya dilewati saya hanya bergumam “dasar bule makan apa mereka? Kok bisa cepet gitu”. Mungkin juga karena faktor tersesat tadi cukup menguras tenaga kami, jadinya kami berjalan agak lamban.



Puncak Gunung Batur

Bebera saat mendaki, tanpa sadar ternyata langit sudah mulai cerah, yang berarti sunrise pun semakin dekat. Saya memepercepat pace pendakian agar bisa sampai puncak sebelum sunrise, dan hasilnya kaki saya kram kanan dan kiri. Namun akhirnya tetap sampai puncak tepat pada waktu sunrise. Rasa capek pun hilang seketika terbayar dengan indahnya pemandangan dari puncak Gunung Batur.
Satu yang unik di puncak Gunung Batur ini, yaitu ada warung yang menjual makanan berupa mie rebus, nasi dan telor. Meski harganya yang kurang manusiawi menurut saya. Harga mie rebus per porsi Rp. 15.000, kalau beli di supermarket bisa dapat sepuluh biji itu! Tetapi bagaimana lagi, setelah berjalan kaki beberapa jam, cacing di perut pun memberontak, mau tidak mau harus mengisi perut, dan saya memesan satu porsi mie + nasi total harganya Rp. 20.000. Sudahlah yang penting kenyang saja :D
Puas berfoto dan menikmati pemandangan dari puncak kami pun turun, dan baru terlihat kalau jalur pendakian kami tadi cukup seram. Terdapat banyak batu yang bisa longsor kapan saja. Tetapi tetap saja kami turun dengan santai karena ternyata perjalanan turun tidak sesulit jalur mendaki. Waktu turun malah terasa lebih cepat, atau sebenarnya memang ingin turun lebih cepat dan segera merasakan nyamannya berendam di air panas Toya Bungkah. Namun sebelum itu tidak lupa berfoto di starting poin pendakian, dimana Gunung Batur terlihat gagah dari kejauhan


nah sekian dulu ya guyss,, nanti kita kembali lagi di artikel selanjutnyaaa

byebye.........